Selasa, 17 November 2015

BAB 4.2
KABEL UTP, KABEL STP, FIBER OPTIC
1.      Unshield twisted-pair (UTP)

Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis Kabel Jaringan yang menggunakan bahan dasar Tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal.
Tipe kategori Kabel UTP / Unshielded Twisted Pair :
-          Kategori 1 : Untuk koneksi suara/ sambungan telepon/ telepon.
-          Kategori 2 : Untuk protocol localtalk (Apple) dengan kecepatan data hingga 4 Mbps
-          Kategori 3: Untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps
-          Katefori 4: Untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps
-          Kategori 5 : : Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan data hingga 100 Mbps
Ciri - ciri
·                     Tegangan Kabel 150 ohm
·                     Speed dan Throughput 0 - 100 Mbps
·                     Panjang maksimal pemakaian kabel 100 Meter
·                     Biaya Relatif mahal
·                     Perlindungan terinfeksi tidak ada
·                     Soket RJ-45 (RJ = Registered Jack)
·                     Biaya murah
·                     Instalasi Mudah
2.    Shielded Twisted Pair ( STP )

Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi.

Kelemahan kabel STP:
Þ    Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
Þ    Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
Þ    Harganya cukup mahal.
Þ    Kegunaan Kabel STP:
3.    Fiber Optik



Kabel fiber optik dibuat dari kaca yang dibungkus oleh pelindung dan material penguat. Fiber optik menggunakan cahaya untuk menghantar isyarat, berbeda dengan kabel tembaga yang menggunakan sinyalelektronik
FO dibagi menjadi 2, yaitu Single mode dan Multi mode.
Ø  Karakteristik dan ciri-ciri media tipe ini adalah :
¯  Perlindungan terinfeksi ada maks.
¯  Bandwith 100 Mbps ~1 Gbps Maks.
¯  Kabel 2000 meter Soket ST (Spring Loaded Twist)
¯  Biaya mahal
¯  jika topologi fisik Bus & Star instalasi aling rumit
Ø  fungsi :
Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk
komunikasi suara dan data




Klik link di bawah ini untuk melihat meteri lebih lanjut:
BAB 4.1
Cara Mengkrimping Kabel rj-45 Dengan Cara Straight,Cross dan Roll
1. : siapkan dulu alatnya Dan Kenali Kegunaanya atau Cara Mengunakan nya:

a. Tang Krimping
 

2. LAN Tester 

3. Rj-45 

4. Kabel rj-45 :



Kabel UTP adalah jenis kabel yang biasa digunakan dalam jaringan komputer, Kegunaan kabel UTP adalah kabel yang dirancang khusus untuk menghantarkan transmisi data dalam suatu jaringan komputer.


Cara mengkrimping Kabel Dengan Cara Straight Dan Cross
a. potong kabel sesuai yang anda butuh kan menggunakan tang krimping
b. Kupas dulu kabel utp dengan tang krimping kemudian urutkan  warna kabel seperti perintah dibawah ini:

1. krimping kabel straight

1. White-orange <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  1. White-orange
2. Orange             <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  2. Orange 
3. White green   <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  3. White green
4. Blue                   <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  4. Blue
5. White blue      <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  5. White blue
6. Green                <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  6. Green
7. White brown  <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  7. White brown
8. Brown               <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  8. Brown


c. Urutkan kabel atau ratakan dengan memotong lagi kabelnya, kalau sudah teliti lagi urutan warnanya ,kalau sudah benar kemudian tancap kan kabel utp nya ke rj-45
tancapkan sampai mentok di rj-45 ( kabel nya lebih baik ikut kekrimping biar kuat )

d. krimping kabel rj-45
krimping kabel dengan menggunakan tang krimping , tempatkan rj-45 di lubang tang krimping kemudian tekan .



e. tes coonect kabel nya sudah benar apa belum.
Caranya  tancapkan masing masing rj-45 ke lobang LAN tester
kemudian nyalakan power LAN tester .

 kalau sudah benar pastikan berkedip semua NO : 1~8 secara bergantian dan berurutan, kalau masih ada 1 NO saja yang tidak berkedip atau berkedip tidak urut 1~8 berarti masih salah, ulangi lagi krimping nya sampai benar.


2 . Krimping Kabel Cross

 

1. White-orange <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  1. White-Green
2. Orange             <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  2. Green
3. White green   <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  3. White-orange
4. Blue                   <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  4. Blue
5. White blue      <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  5. White blue
6. Green                <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  6. orange
7. White brown  <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  7. White brown
8. Brown               <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  8. Brown


c. Urutkan kabel atau ratakan dengan memotong lagi kabelnya, kalau sudah teliti lagi urutan warnanya ,kalau sudah benar kemudian tancap kan kabel utp nya ke rj-45
tancapkan sampai mentok di rj-45 ( kabel nya lebih baik ikut kekrimping biar kuat )

d. krimping kabel rj-45krimping kabel dengan menggunakan tang krimping , tempatkan rj-45 di lubang tang krimping kemudian tekan .


e. tes coonect kabel nya sudah benar apa belum.
Caranya  tancapkan masing masing rj-45 ke lobang LAN tester
kemudian nyalakan power LAN tester .

 kalau sudah benar pastikan berkedip semua NO : 1~8 secara bergantian dan berurutan, kalau masih ada 1 NO saja yang tidak berkedip atau berkedip tidak urut 1~8 berarti masih salah, ulangi lagi krimping nya sampai benar.

Crimping kabel Roll Over
1. White-orange <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  1. Brown
2. Orange             <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  2. White brown
3. White green   <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  3. Green
4. Blue                   <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  4. White Blue
5. White blue      <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  5. Blue
6. Green                <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  6. White Green
7. White brown  <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  7. Orange
8. Brown               <<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>  8. White-orange




klik link dibawah ini untuk melihat materi selengkapnya:
http://www.4shared.com/office/yENwtyvSce/BAB_41.html

klik link di bawah ini untuk melihat video cara mengrimpig:
https://youtu.be/WQxfwWlN6P0

BAB 3
TOPOLOGI JARINGAN
TOPOLOGI JARINGAN ADALAH merupakan suatu bentuk/ struktur jaringan yang menghubungkan antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media kabel maupun nirkabel.
Jenis topologi:
1.    Topologi Bus
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end.
Kelebihan Topologi Bus :
  1. Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.
  2. Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
  3. Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan
Kekurangan Topologi Bus :
  1. Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
  2. Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
  3. Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.
2. Topologi Star
Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.
Kelebihan Topologi Star
  1. Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
  2. Bersifat fleksibel
  3. Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
  4. Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star
  1. Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
  2. Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
  3. Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.
3.    Topologi Ring
Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin.
Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.
Kelebihan Topologi Ring :
  1. Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
  2. Mudah diimplementasikan.
  3. Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
  4. Biaya instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
  1. Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
  2. Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
  3. Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
  4. Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).
4.   Topologi Mesh
Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
Kelebihan Topologi Mesh :
  1. Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision).
  2. Besar bandwidth yang cukup lebar.
  3. Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh :   
  1. Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.
  2. Membutuhkan banyak kabel.
  3. Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.
5.   Topologi Tree
Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree
1.     Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
2.    Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
1.     Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
2.    Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
3.    Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.



 klik link dibawah ini untuk melihat materi selengkapnya:


sumber: 
http://nesabamedia.com/topologi-jaringan-komputer/


BAB 2
PENGERTIAN OSI DAN LAYERNYA

OSI (Open System Inter Connection) yang merupakan standart internasional yang dibentuk untuk mengatur kompunikasi pada jaringan computer.
Lapisan Lapisan OSI Layer :
1.     Physical Layer.
2.    DataLink Layer. 
3.    Network Layer.
4.    Transport Layer. 
5.    Session Layer.
6.    Presentation Layer. 
7.    Application Layer.


Ø  Disebut Upper Layer karena dikatakan sebagia software.
Ø  Disebut Lower Layer karena dikatan sebagai hardware.

7.    Application Layer.
Application layer adalah lapisan paling atas, lapisan yang ada di bawahnya bekerja untuk lapisan ini, lapisan ini fungsinya untuk menyediakan jasa untuk penggunanya. Lapisan ini juga sebagai antarmuka dengan pengguna dan lapisna ini pula yang bertanggung awab atas pertukaran informasi antar computer.
6.   Presentation Layer
Presentation layer adalah lapisan ke enam dari tujuh lapisan yang fungsinya untuk bertanggung jawab di mana data di cek dan di format sebelum data di kirim dan sampai ke aplication layer.
5.   Sesion Layer
seesion layer berfungsi untuk menetapkan, mengatur dan menghentikan sesi pengiriman data, session layer juga berguna utuk melayani presentation layer (lapisan ke 6)
4. Transport
          Transport lapisan berguna untuk memecah data menjadi paket-paket data serta memberikan nomer urut ke paket paket data agar pada saat data di teriama data dapat di susun kembali.
3.  Network Layer
          network layer berguna untuk menentukan alamat IP atau alamat perjalanann dan juga menentukan rute perjalanan data hingga data sampai ke tujuan akhir yaitu pemrosesan dalam hal ini data berbentuk paket.
2. Data Link Layer
          Data link layer berguna untuk memnentukan bagaimana bit-bit data di kelompokan menjadi format yang di sebut sebagai frame. pada lapisan ini apabila bit-bit ingin di bungkus dan ingin di kirim harus melalui media WAN protocol architectur atau harus melalui LAN architectur. selain itu di level ini juga terjadi koreksi kesalahan data.
1.    Physical layer
Physical layer adalah lapisan paling bawah pada OSI, berfungsi untuk mendefenisikan media transmisi jaringan. atau bisa di sebut juga dengan penulisan data pertama kali apabila data ingin di proses.
ü  Aplikasi yang bekerja pada physical layer:


ü  Keuntungan menggunakan OSI layer:
Þ     Meemcahakan operasional system jaringan yang kompleks agar mudah dipelihara
Þ     Perubahan setiap lapisan tidak mengubah lapisan yang lain. Ini memudahkan produsen berkonsentrasi pada lapisna tetentu saja
Þ     Memudahkan pengembangan perangkat keras “plug and play” (istilah teknologi informasi yang mengacu kepada fitur dikomputer yang meemperbolehkan suatu perangkat ditambahkan ke system computer tanpa harus menginstal ulang dvice secara manual.)
Þ     Membagi tugas tugas disetiap layernya
Þ     Dapat di jadikan bahan pertimbangan tobleshooting (meruapakan pencarian sumber masalah sehingga masalah dapat diselesaikan.)
ü  Kerugian meggunakan OSI layer:
o   Lapisan OSI bersifat teoritis dan tidak benar benar bekerja pada fungsi yang sebenarnya.
o   Implumentasi dalam dunia industry jarang meemiliki hubungan yang sama persis dengan lapisan osi layer.
o   Protocol yang berbeda dalam  stack melakukan fungsi yang berbeda yang membantu mengirim atau menerima pesan keseluruhan.
o   Perubahan satu protocol tidak bersifat menyeluruh kesemua bagian.





























klik disini untuk melihat lebih lengkap:

 sumber:

https://emmospot.wordpress.com/about-panic-at-the-disco/pengertian-osi-dan-lapisannya/
http://vengenzblog.blogspot.co.id/2013/03/7-layer-osi.html
http://nandameatik.blogspot.com/2013/03/pengertian-osi-layer.html


 

Materi Jardas Published @ 2014 by Ipietoon